Jakarta, Rehabilitasi adalah proses di mana seorang pecandu berusaha melepaskan diri dari ketergantungan zat dibantu tenaga medis. Ada yang setelah itu berhasil tapi ada juga yang gagal dan kembali terjerumus dan menurut dokter hal ini tergantung dari tekad masing-masing individu.
Dokter rehabilitasi dari Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur dr Mona Tri Rizky mengatakan bagi pecandu narkoba cobaan terberat sebetulnya bukan saat rehabilitasi tapi malah ketika keluar RS. Alasannya karena mantan pencandu saat itu bisa dihadapkan lagi pada kondisi di mana ia terdorong untuk kembali memakai.
"Ketika sudah di luar dia bertemu dengan teman-temannya lagi, lalu kemudian menemukan situasi berada di posisi terjatuh misal karena ditinggal keluarga atau karirnya hancur. Itu jadi semacam panggilan di dalam diri 'ayo dong... kamu pakai lagi dong'," lanjut dr Mona.
Oleh karena itu bagi mantan pecandu dukungan dari lingkungan sekitar menjadi hal penting untuk mencegahnya kembali dalam jeratan narkoba. Tenaga medis di RS mungkin hanya dapat memberikan layanan curatif namun upaya pencegahan tentunya lebih baik.
"Dari BNN (Badan Narkotika Nasional), puskesmas, kelurahan, PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) itu harusnya bisa membantu. Orang tua juga harus bisa mengawasi anak-anaknya," tutup dr Mona.
Sumber:
https://health.detik.com/read/2016/05/24/180506/3216838/763/masa-setelah-rehabilitasi-jadi-cobaan-terberat-pecandu-narkoba?_ga=2.138989171.1761642656.1501490506-856917714.1501490506
0 komentar:
Posting Komentar